https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

Kaulah Pelita Bulan yang Tak Mungkin Pernah Menurun

23 Januari 2020
Kaulah Pelita Bulan yang Tak Mungkin Pernah Menurun
Nyesek aja gitu 😢😢😢 kenapa?

Karena kau t'lah terikat janji untuk menjadi rembulan yang senantiasa tersenyum indah diatas sana dan menghiasi dinginnya langit malam berselimut gelap diatas bumi yang dipijak orang lain yang t'lah kamu pilih sebagai teman hidup.

Aku pikir rembulan itu kan menurun dihembuskan angin malam lalu menetap dimana aku memejamkan kedua bola mata.

Ketika ada cahaya menembus celah-celah kaca jendela kamarku, kulihat rembulan menari diatas heningnya langit malam dan tersenyum, Aku pun ikut tersenyum dan berkeinginan memetik rembulan yang senantiasa tersenyum, membawanya keruang hati dan menjatuhkannya ditempat dimana aku biasa memandang rembulan itu

Tapi ternyata rembulan itu hanya singgah saja, hanya sekedar mencari teman yang menghangatkan nya ketika ia melewati dinginnya malam, teman yang meneranginya ketika ia melewati gelapnya malam, ia mencari teman untuk membunuh malam-malamnya yang sepi.

Nyatanya bukan kaca jendela kamarku saja yang ia singgahi. Ia selalu singgah dimana ada ruang sepi ketika ia berjalan, lalu seperti biasa ia menyinari ruang kosong itu sambil menari dan tersenyum. Ia selalu berjalan mencari ruang kosong yang jendelanya terbuka lalu ia mengisi ruang sepi itu, dikala merasa bosan ia mencari ruang lain sampai heningnya langit malam dibangunkan mentari yang menenggelamkan malam.

Ketika merasa lelah untuk mengitari jendela ruang kosong di setiap heningnya malam, ia pun tersadar untuk memiliki tempat menetap dan berlabuh. Saya kira, rembulan itu kan terjatuh di kamarku. Namun nyatanya tidak, ternyata selama ini ia menjadikan ku sebagai satu diantara jutaan bintang kecil yang terikat sebagai bagian tata surya saja.

Setiap malam pun rembulan uring-uringan mengenai perasaannya dan sering bertanya dimana ia harus menetap? iapun suka bercerita tentang beberapa ruang kosong yang ada di muka bumi yang pernah ia singgahi. Ia bercerita kepada seseorang yang selama ini dianggap nya sebagai bintang 

Berbulan-bulan langit berubah menjadi gelap, tak ada rembulan tak ada bintang. Yang ada hanya gemuruh petir dan rintik hujan, menambah dingin dan gelap nya malam memang. Ketika hujan reda, langit malam tak indah lagi. Bintang yang kemerlapan perlahan mulai meredup. Senyuman rembulan pun tak ada lagi, ia menghilang tanpa kabar entah kemana.

Sampai suatu hari sang awan saling berbisik, dan membawa kabar bahwa rembulan itu telah menetap di langit hati seseorang untuk selamanya

*******

Sebuah tulisan yang diangkat dari kisah cintaku, sudah dibumbui sehingga ada sedikit fiksi. 

Tak mungkin memang mencintai seseorang yang telah melabuhkan hatinya kepada orang lain. Yang didambakan, yang diimpikan, yang diharapkan kini sirna. Mencoba tuk melepaskan harapan dan mengikhlaskan, biarlah kisah yang lalu menjadi kenangan meski senyumannya yang seindah rembulan pernah mengisi kosongnya hati.

Keutara aku kan melangkah, meski diselatan ada sejuta kenangan indah tentang dia yang kini terikat janji suci bersama orang lain.


Menjadi menyukai lagu Sore Ze Band - Senyum dari Selatan

Setelah melalui masa-masa itu, saya menjadi sangat menyukai salah satu lagu dari band favoritque, Sore ze Band yang judulnya Senyum dari Selatan.

Mp3 Lagu Sore ze Band - Senyum dari Selatan


Lirik Lagu Sore - Senyum dari Selatan

Terbilanglah
Wanita yang kuharapkan
Menghiasi hidupku
Kuharapkan dialah pelipur pilu di hatiku selalu

Dan 'ku tak mungkin menepis
Kenyataan kau telah terikat janji

Kaulah pelita bulan di atas sana
Yang tak mungkin pernah menurun

Kisahku melantunkan
Dan menghamburkan harapan yang tak ada
Dan akan terus meluas
Mengupas hidupku

Jika kau mengizinkan
'Ku akan terus menaklukkan
Ku tahu
Dan akan terus mengupas menguras hidupku



Author

Kawan Blog - Ridwan Firdaus

Hi perkenalkan saya Ridwan Firdaus Pemilik sekaligus penulis situs blog ini. Saya berasal dari Tasikmalaya. Mempunyai jenis kepribadian Introvert, namun merasa AMBIVERT. Senang menulis dibanding berbicara.

Bebas berkomentar asal santun dan tidak kasar. Komentar yang mengandung konten por*o dan ju*i akan dihapus. Jangan lupa juga centang kotak "notify me" supaya ada notification jika komentarnya sudah dibalas. Terimakasih :)

  1. Keren, dulu sering menulis sastra sekarang moodnya lebih demen ke review bidang IT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren udah punya blog niche. Saya nulis gado2 aja dan sesuai mood

      Hapus
  2. Perumpamaan yang indah namun mengandung kesedihan ya Kak....
    Bahagia sesungguhnya bersama pasangan hidup kok. Jadi jangan khawatir, setelah bertemu yg terbaik, pasti kenangan itu hanya tinggal kenangan. Asik. Hehe

    BalasHapus
  3. Lagu patah hati jaman now ini ya.
    Kalau saya dulu andalannya lagunya Padi "Tetaplah menjadi bintang di langit....."

    Semoga segera ketemu penggantinya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetaplah menjadi bintang dilangit, lagu legnd bangt itu.
      Aamiin smoga jodoh segera bertemu. Hihihi

      Hapus
  4. Diawal penyampaiannya lumayan gamblang, ternyata memang benar soal kisah cinta ya mba. Memang sih, saya pernah baca kalau nulis itu sebaiknya sedang dalam mood yg benar-benar down, entah patah hati, emosi, atau galau banget pokoknya. Biar tulisannya menjadi makin dalam lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener, ketika bahagia jatuh cinta saya gak menulis. Justru ketika rindu atau galau bawaannya ingin mengekspresikannya ke tulisan

      Hapus
  5. Kisah hidup bisa diceritakan dengan cara yang nyastra, pilihan diksinya bagus-bagus. Semoga segera menemukan labuhan hati yang baru, kalau bisa langsung dipersunting, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, blog menjadi tempat untuk mencurahkan segala rasa :D
      Iya nih, semoga dipertemukan dengan orang yang tepat

      Hapus
    2. Iyes, blog menjadi tempat untuk mencurahkan segala rasa :D
      Iya nih, semoga dipertemukan dengan orang yang tepat

      Hapus
  6. Rapi ih tulisannya. Saya gak bisa nulis beginiiii. Keren banget. Kalo orang Minang ada peribahasa "Kumbang tidak seekor, bunga tidak setangkai, bisa dicari gantinya." Bukan bermaksud menggampangkan, tapi memang kalo bukan jodohnya mau dikejar sampai ke ujung dunia pun gak bakal ketemu. Lebih baik berjodoh dengan orang yang tepat bukan? Tetap semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahaaa terimakasih kalo suka, dan saya masih belajar dan perlu banyak membaca lagi dari tulisan kakak-kakak semua

      Iya nih, semoga dipertemukan dengan orang yang tepat. Takdirku takkan melewatkanku

      Hapus
  7. Kisah hidup real kalo dituangkan dalam cerita seperti ada rasa dalam cerita itu yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyessss, tapi saya gak suka menceritakannya kedalam bahasa yang mudah dimengerti. Biar sebagian menjadi rahasia
      Atau gak banyak dibumbui fiksi, tambahan cerita, pergantian nama :D biar gak diketahui nama si dia. wkwkwkwkwk

      Hapus
  8. Musik dan liriknya langsung ear catching ini kak Ridwan..
    Lagunya pas banget buat mengingat seseorang yang gak mungkin lagi bisa singgah karena udah melabuhkan cintanya pada orang lain. Ahhh bapeeeer

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupppp, saya sampe mendengar scara berulang-ulang lagunya sebelum menulis tulisan diatas :D

      Hapus
  9. Otw dengerin lagunya karena udah kebawa aja dari tulisannya kak. Keren banget memang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari lagu dan kondisi kehidupan sampe dibawa kedalam tulisan yang panjang

      Hapus
  10. wahhhh keren juga.. asalnya dari lagu terus dituangkan menjadi karya sastra...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, saya dengr dulu lagunya sebelum menulis. Awalnya sih pas session behind the scene Oye Ade Lante Sore kalo gak salah. Waktu itu kalo gak salah Bilal Indrajaya ditanya sama Rian D Masiv & Bang Awan Sore mengenai lagu yang akan dibawakan. Ternyata lagu senyum dari selatan ini yang dipilih karena ya gitu. Dan lagu2nya Bilal tentang cinta yang sedih juga.

      Jadi ini seperti sedikit menginterpretasikan kisah senyum dari selatan versi kehidupan saya

      Kalo di lagu ada deh lagu Sore - Setengah Lima terus ada Setengah Lima versi Payung Teduh yang judulnya Menuju Senja yang bisa dibilang katanya terusan lagu Sore

      Hapus
  11. Keren banget kak Ridwan, bacanya serasa ikutan mengalir ke dalam alurnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh turut terbawa alur tulisan, tapi jangan sampai merasakannya secara langsung ya :D hihihi

      Hapus
  12. Ketika membaca di tengah-tengah pragraf seperti ada rasa sedih yang menghampiri. Jalan hidup memang tak pernah bisa ditebak ya mbak.

    BalasHapus
  13. Mantap kak tulisannya lengkap dan melow banget, aku jadi sedih, sebab pemilihan diksinya itu lho bikin nyesek dan penuh harap gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, ceritanya sengaja dibuat seolah2 penuh harap dan satu-satunya

      Hapus
  14. Bagus banget puisinya Kak Ridwan.
    Saya sampai terhanyut dan merasakan kepedihan itu. Mungkin karena pernah juga mengalaminya.

    Semoga Kakak menemukan yang terbaik ya, seperti saya yang menemukan rembulan terbaik saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin kak, semoga nanti kan ada rembulan yang akan menyelimuti malam-malamku

      Hapus
  15. Nyesek bener, Kak. Semoga kelak ketemu dengan rembulan yang lebih bersinar dan menggandeng kak Ridwan untuk ikut bersinar bersama.

    BalasHapus
Night Mode